Release Note
ZenTalk


[Winner Announcement] Kisahkan Pengalaman-mu Memakai ASUS    Close

21032 229
Jump to specific floor
Latest Post
IDN Level 1 | All posts
Hai,pengalaman saya pertama pakai zenfone 5 A500CG ram1/8gb waktu itu lagi booming banget zenfone 5,banyak varian zenfone yg hadir,puas dengan pemakaiannya saya beli lagi zenfone 5 T00F  yg ram2/16,zenfone lama saya wariskan buat istri  ,selama pemakaian 3 tahun,penasaran sama varian zenfone selfie karena lagi demam selfie waktu itu,saya beli lagi zenfone selfie Z00UD ram2/16 ,seperti biasa zenfone lama kembali saya wariskan ke istri ....selama pemakaian semua varian tidak ada kendala ..,sekarang saya penasaran sama zenfone max M1 yg ram4gb,mudah mudahan bulan ini bisa ganti sekian pengalaman saya selama menggunakan smartphone varian zenfone.#AsusShareStory
Props
IDN Level 1 | All posts
Tidak banyak yang ingin saya ceritakan, saya memakai Produk ASUS sudah lebih kurang 3 tahun, yaitu ZE500CL, cukup puas saya memakainya.. Pernah terjatuh, terguyur air hujan, namun Alhamdulillah masih bertahan hingga saat ini. Ingin mengganti dengan produk terbaru ASUS, tapi belum ada dana.. 
Terima Kasih ASUS, untuk kebersamaan hingga saat ini.👍👍
Props
IDN Level 7 | All posts
Saya mengenal merk ASUS pertama kali di masa kuliah. Jaman itu piranti komputer seperti mainboard dan VGA card, sudah jamak jika merk ASUS pasti bagus kualitasnya. Ini saya rasakan sendiri, ketika itu saya masih kuliah di sebuah kampus IT ternama di pinggiran kota Jakarta. Kala itu saya sering dimintai masukan mengenai spesifikasi komputer termasuk merk dan harganya ketika teman hendak merakit sebuah PC. Dan merk ASUS selalu jadi pilihan pertama, bukan karena apa, tapi karena kehandalannya. Tentu saja ini bukan sekadar bualan belaka, karena komputer yang saya gunakan sejak awal kuliah hingga skripsi, menggunakan mainboard ASUS dan jarang rewel. Pokoknya, asal merk ASUS pasti bagus!


Namun ketika saya sudah lulus dan bekerja di sebuah stasiun tv swasta nasional, pemahaman saya mengenai khasanah peripheral mulai bertambah. Bahwa ternyata setiap mainboard punya kelebihan tersendiri dalam fungsinya. Ini saya rasakan ketika ASUS meluncurkan lini khusus gaming mereka yang bertajuk Republic of Gaming alias ROG. Dan saat itu saya langsung jatuh hati pada mainboard ASUS Commando.

ASUS Mainboard Commando

ASUS Mainboard Commando

Karena sudah bekerja, saya punya anggaran khusus buat upgrade sparepart komputer yang saya miliki di rumah, dan langsung memesan mainboard ini di toko online terbesar masa itu, bhinneka.com Prosesnya agak lama, dulu pilihan kurir nggak sebanyak sekarang yang bisa one day service delivery. Masalah berikutnya adalah, ternyata komponen komputer lama saya, nggak kompatibel dengan yang baru ini, alhasil major upgrade lah terjadi. Selain mainboard, prosesor dan RAM harus diperbaharui juga. Tak apa, jual yang lama, mumpung masih laku. Alhamdulillah, karena pakai mainboard ASUS, harga jualnya masih tergolong tinggi, sehingga untuk nambah biaya beli prosesor dan RAM cukup terbantu.

Yang keren dari mainboard ASUS Commando ini adalah pendinginnya yang menggunakan sistem heatpipe dari wilayah power capacitor, chipset northbridge sampai chipset southbridge. Belum lagi ada aksesori tambahan kipas kecil yang disediakan untuk membantu airflow dalam casing. Namun kipas ini tidak saya gunakan, karena airflow casing saya sudah sangat baik dengan bantuan kipas dari Thermaltake. Di masa ini, saya sudah tidak lagi menjadi seorang overclocker harian, dan lebih banyak menjadi seorang gamer eyecandy, artinya, game yang saya mainkan mesti halus pergerakannya dan juga menarik warna dan grafisnya. Permainan semacam Need for Speed Most Wanted, Grand Theft Auto, menjadi favorit saya dalam bermain dengan menggunakan ASUS Commando ini. Sebagai informasi, VGA yang saya gunakan saat itu adalah ASUS Radeon HD4870.. Dulu termasuk tertinggi di kelasnya. Dan prosesor yang saya pakai adalah Intel E6700, juga termasuk favorit di jamannya.
Sedangkan RAM-nya tentu saja jatuh pada Corsair TwinX series 4GB sepasang. Dengan kombinasi ini, saya sempat memiliki pengalaman bermain terbaik saat itu.

Sekarang jaman sudah berubah, namun kualitas ASUS tidak pernah berubah, selalu terbaik. Komputer yang saya gunakan dahulu, hingga sekarang masih hidup dan berfungsi, walau sudah tidak pernah digunakan untuk bermain game lagi. Hanya sekadar menonton film atau anime belaka, namun jeroannya masih tetap sama. Mainboard ASUS Commando, bersama prosesor, RAM dan VGA yang sama, masih berfungsi dengan wajar, dan sekarang saya tinggalkan di rumah mertua. Sampai saat ini, adik ipar masih memanfaatkan komputer tersebut untuk mengerjakan tugas²nya.

Untuk mendukung pekerjaan saya saat ini, saya lebih banyak menggunakan laptop, dan coba tebak apa merknya? Ya! ASUS VivoBook S15 jadi pilihan saya. Laptop tipis ala ultrabook dengan performa menengah atas ini telah menemani hari² saya dalam bekerja dan bersosialisasi. Untuk koneksi internet, biasanya saya tetheringkan laptop ini dengan smartphone yang saya miliki. Kebetulan saya memiliki beberapa smartphone yang rutin saya gunakan sehari-hari. ASUS Zenfone Zoom S untuk kebutuhan fotografi, ASUS Max Pro M1 untuk kenyamanan bermain mobile gaming. Nah, untuk tethering, biasanya saya gunakan salah satu dari kedua smartphone tersebut, tergantung mana yang kuotanya masih banyak


Sebetulnya masih ada 1 keinginan lagi, saya ingin memberikan smartphone baru untuk istri saya karena saat ini dia masih menggunakan smartphone lain bukan asus yang semboyannya selfie expert. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terwujud keinginan sederhana seorang suami terhadap istri yang dicintainya, aamiin..
Props
Selamat siang 
Saya  fajar .. Saya menggunakan asus zenfone 3 laserpada tahun 2017... Saya memilih ini karna saya seorang gamers dan photography.. Pengalaman yg menyenangkan saat saya menggunakan ini : 
Disaat saya travel kemana2... Hasil photonya ga kalah jauh dari dslr
Bntuknya yg elegan mewah
Asal kumpul rame... Ngajak selfie.. Langsung keluar kata2 dari teman " fajar mana.. Pake hp fajar aja "


Dan pengalaman yg paling mambanggakan adalah... Hanphone saya pernah masuk kedalam bak kamar mandi dan ga kenapa2 cuma opname 1 hari haha
Kemudian pas saya lagi liburan ke air terjun hp saya jatuh dan di bawa arus... Itu sempat membingungkan saya.. 2 bulan hp saya tidak bisa di buka karna tiba2 mode sampul... Bawa ke asus center harus peebaikan dengan jumlah hampir 2 jta.. Karna itu saya memilih tidak menggunakan hp... Eh tahu2 nya 2 blan setelah kejadian hp nya bisa lagi s/d sekarang tanpa ada masalah.. Semenjak itu saya rekomdasikan siapa aja beli asus 
Props
IDN Level 1 | All posts
Last edited by okkyvengeance on 2018/8/14 13:06

pengalam pertama memakai asus dari asus zenfone 5 , udh ngera havefun banget , walau produk asus terdahulu cepat sekali panas toh tetap lancar , hingga sekarang masih setia pake asus , dari laptop dan Smartphone nya  , sekarang make laptop asus vivobox max x441m dan smartphone nya asus zenfone max pro M1 versi 4/64 , semog kedepan nya asus lebih berjaya lagi, saya ikutan ini bukan karna iseng karna saya memang ingin dapetin asus zenfone 4 selfi buat istri biar canggihan nya sama kasian istri masih pake zenfone live 😂😂
IMG_20180814_130332.jpg
Props
IDN Level 1 | All posts


Tahun 2013, saat semester pertama SMK awalnya aku ngajakin My Mother jalan-jalan buat beli tab. Karena kebiasaan buruk SMP yang jadi anak mall, bukan belanja ini itu tapi gabung sama anak-anak ‘para pencari wifi’-para penggila movie yang selalu nongkrong di Plaza Simpang Lima selama berjam-jam. Udah jadi kebiasaan muterin toko-toko laptop di area itu untuk minta katalog laptop. Yang sering dan pasti tersedia yaitu katalog ASUS. Walaupun engga ada niatan untuk beli tetap aja minta katalog. Entah kenapa suka liat dan bandingin setiap laptop padahal aku engga mudeng dan jujur dari katalog-katalog itu aku bisa belajar banyak.
Niatnya beli tab tapi mampir ke lantai 5 dulu buat ngajakin My Mother minta katalog latop (modus kali ya), eh malah ditawarin “pilih tab apa laptop ?” aku jawab “laptop boleh tuh” (langsung nunjuk notebook ASUS) pikirku daripada pinjam kakak melulu.
Notebook pertamaku ASUS warna tercinta dengan garansi 1 tahun. Tahun pertama kalau ada yang salah sama Si Notebook sebisa mungkin langsung kularikan ke service center, bahkan saat blue screen pun (hahahaa). Tahun berikutnya yang kena baterai, tahun berikutnya lagi yang kena LCD, dan sampai sekarang masih bertahan dalam keadaan itu tapi masih bisa dipakai buat ngerjain tugas kok
Produk ASUS kedua yang kumiliki yaitu smartphone. Alkisah dari kelas VIII kalau punya HP setahun pasti ilang. Akhir 2014 karena kehilangan HP yang semoga menjadi terakhir kalinya dan karena adanya budget terbatas aku  memutuskan untuk membeli Zenfone 4S dengan garansi 1 tahun. Seminggu sebelum masa garansi hangus, Si 4S ini mati total, kularikan ke service center dan ternyata yang kena mainboard-nya. Untung masih garansi ... dan Si 4S ini bisa nyala lagi. 2016 ada masalah lagi, gantian yang kena baterai dan slot SIM. 2017 ada lagi, kali ini gantian software-nya (minta upgrade ke Android versi 5.0) dan karena aku suka yang ori kalau charger bermasalah aku pesan langsung ke ASUS Service Center dan sampai saat ini sudah 3x ganti. Sampai sekarang aku masih setia sama Si 4S ini tapi ada kendala dibaterainya lagi, nge-drop-an jadi harus sering charging kalau mau pake, setelah dilepas ni kabel hhmmm jangan ditanya siap-siap aja muncul ‘mematikan daya’. Yang jengkel malah temen-temenku katanya sekarang jarang online-lah, susah dihubungilah, dan mereka selalu bilang ‘ganti HP kenapa!’ dan pasti aku jawab ‘mau upgrade laptop dulu baru HP!’. Menurutku selama HP masih bisa hidup berarti masih okay wkwk. Bagiku laptop masih menjadi prioritas. Dan alhamdulillah bulan ini sudah tercapai adanya pendamping baru yaitu ASUS TUF. Targetku 3 bulan ke depan aku bisa upgrade HP yang pasti tetap brand ASUS. Entah kenapa dari dulu sudah sreg dan nyaman pake ASUS walaupun mengalami hal-hal di atas, apa karena sudah terbiasa ke ASUS Service Center kali ya wkwk. Doakan saja kawan semoga aku bisa segera upgrade smartphone ya bro.

#iniceritakumanaceritamu #LoveASUS #AsusShareStory

Katalog yang masih tersisa

Katalog yang masih tersisa
Props
IDN Level 1 | All posts
Bukan soal gengsi atau harga, pertama yang kutandai dari perangkat komputer adalah motherboard pc yang kumampu membelinya sendiri. Adalah asus g41 meski itu kudapatkan dengan status tangan kedua alias beli barang bekas pakai. Saat itu, punya seperangkat komputer pribadi adalah hal yang sudah lama sekali kuangankan, sehingga merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku bisa memiliki asus motherboard g41. Tepatnya P5G41T-M LX kuberharap akan bisa mencukupi kebutuhanku sebagai seorang yang berprofesi teknisi komputer. Tujuanku mempunyai seperangkat komputer dengan motherboard merek asus P5G41T-M LX itu adalah agar bisa lebih memudahkan dalam melakukan perbaikan hardware secara lebih maksial. Kebiasaan perbaikan hardware yang bisa dibilang pekerjaan berat adalah memperbaiki badsector harddisk, karena untuk memperbaiki harddisk yang mengalami badsector,  aku harus mengoperasikan komputer selama berhari hari. Bahkan tak jarang komputer harus bekerja selama seminggu full atau 20 hari tanpa henti dalam kondisi terhubung dengan puluhan harddisk yang perlu disembuhkan dari sakit. Demi mendapatkan hasil servis yang maksimal itu, kupilih P5G41T-M LX yang ternyata itu merupakan keputusan yang sangat tepat karena motherboard P5G41T-M LXku yang walaupun kubeli dalam kondisi bekas pakai, dia mampu memuaskanku dengan hasil ratusan harddisk bisa kembali normal. Dan tentunya yang paling kuharapkan dari pekerjaan tersebut adalah imbalan dari jasa yang  kudapatkan dari pemilik harddisk-harddisk itu. Uang, ya... uang, karena dari berpuluh-puluh eksperimen servis hdd selama lebih dari 5 tahun sebelumnya baru kali itu aku bisa merasakan bagaimana perangkat yang kumiliki dari jerih payahku sendiri, kuangankan sebelumnya, kupikirkan, kupertimbangkan dan akhirnya terbukti tangguh untuk bisa kuandalkan sebagai rekan bahkan sahabat yang menemaniku bekerja. Dulu kucoba motherboard merk ini-itu gonta ganti tapi tak pernah memuaskanku untuk hasil maksimal, apalagi semua setatusnya "pinjam bagi hasil".
Props
IDN Dr.Zen | All posts
#AsusShareStory

#Menang trip ke Jepang dari hadiah Ciki

Berawal dari kedelai hitam melika.. *eh maksudnya saya kenal asus awalnya dari zenfone 4/5/6 generasi awal di indocomtech, Tapu baru bisa pake awalnya adalah zenfone go. Kemudian alhamdullilah upgrade ke zenfone 2 laser 16gb (setahun lebih, upgrade ke zenfone 3 520kl... kameranya ok sih, tapi agak kurang nyaman dengan ukurannya yg agak besar).
Mencoba zen 3 max yg baterai badak, tapi saya harus mengorbankan perfoma kamera (akhirnya nyaman di zenfone zoom s, yg baterai + kamera).
Sempet ke Zenfone live pedekate dan jadian beberapa bulan aj (overall best budget, bodi kece... Mantep buat live vlogging.. Tapi kameranya yah lumayan aj)

akhir tahun kemarin saya back to basic lagi, "i mean really basic, lowest entry zenfone 4 go"

Pake zenfone bikin hoki, saya aja bisa ke Jepang gara foto di zenfone (waktu itu saya jalan2 liat pameran travel sih, iseng2 cari tix murah eh ketemu poto kontes.... Dan ujug2nya inilah saya di Jepang)


Ini pengalaman saya dan Zenfone Go 4G  di Jepang.
Yg ini foto2nya diambil pake zenfone go, lumayan doank sih buat share di IG P_20180725_135755_HDR.jpg

P_20180725_154222_HDR.jpg

P_20180726_143515_HDR.jpg

P_20180726_132714.jpg


Ini difoto teman menggunakan dslr dll

IMG-20180724-WA0011.jpg

IMG-20180729-WA0016.jpg

IMG-20180725-WA0027.jpg


IMG-20180725-WA0015.jpg




"Zenfone gonna try em all"

Ps: intinya semoga bisa terus kesampean nyoba semua varian zenfone, wishlist yg lom tercapai zenfone 4 basic dan zenfone zoom (1st gen).
Props
Pertama kali punya Zenfone itu klo gak salah tahun 2015... setelah sebelumnya pakai *peria. Kenapa saat itu milih Zenfone...? Karena ikut2an aja awalnya..kakak dan adek saat itu pakai Zenfone dan mmg *peria saya sdh gak mumpuni memorynya. Saat itu mungkin belum banyak yang pakai Zenfone sebanyak si brand sebelah "hp sejuta ummat". Eksklusif aja rasanya  pakai Zenfone Asus. Saat itu saya direkomendasikan saudara saya untuk membeli Zenfone 5. Dari awal memakai Zenfone ini saya sudah sangat suka. Karena dia punya UI yang unik.. yang kita kenal sbg Asus ZENUI. Sebagai orang yg gak begitu senang dengan hal2 yang udah mainstream, ZENUI ini begitu top deh. Beberapa App build in nya Asus yg sangat saya suka adalah Asus gallery, Asus supernote, photo collage, dan hampir semuanya saya sukaaa... Sayangnya Zenfone saya dicopet padahal belum setahun rasanya megang Zenfone 5, rasanya gak karuan one of my fav stuff hilang. Tentu saja harus beli yang baru lagi. Lalu saya memilih Zenfone max...yg kapasitas baterai nya WOW. Banyak rekan yg ngomong "Asus lagi?". Mungkin banyak yg gak tertarik sama Asus karena baterainya yg panas lah, service centernya yg kurang, harga jual kembalinya, atau mungkin karena memilih brand yg lebih terkenal. Tapi saya sudah terlanjur cinta pokoknya. Memang sih Zenfone pertama saya sering banget cepat panas.. tapi Alhamdulillah pas beli yg kedua ini..gak ada tuh kejadian handsetnya yang mendidih.. O iya...kamera Zenfone max ini ok banget lah..udah pake beautification...(setahuku, pas jaman keluarnya masih kurang hp yg udah punya beautification cam built in). Salah satu app kesukaan teman kampus.. klo mau selfie pasti hapeku yg dicari... Padahal yg punya gak senang2 amat selfie-an. Sayangnya, handset ini gak lama usianya..gak sampe 2 tahun gegara berkali2 jatuh... jatuhnya dari tempat2 yg tinggi pula.. Sempat terpikir buat nyari merk lain.. tapi berat rasanya untuk berpindah ke lain hati.. apalagi waktu itu saya sudah niatin beli Zenfone pro M1 ram4.. tapi offlinenya lamaaaaa banget.. hampir putus asa memilih Xia*mi. Tapi saya tetap mencoba untuk nunggu offlinenya..dan Alhamdulillah jodoh jg..walaupun harganya gak sama dengan yg diumumin.. Gini deh .klo udah nyaman banget sama Asus... Awal make proM1 ini..rasanya agak krg sreg krn udah gak ada bawaan ZENUI... Tapi...tetap canggihlah..ringan krn pakai Android pure.. ringan pula digenggam..berbeda dengan si max yg sebelumnya yg lumayan berat. Selain itu harganya termasuk murah lah dengan kapasitas hpnya yg Wow.. 
O iya...semenjak pake si max dan si pro M1... Alhamdulillah gak pernah kejadian hp mati gegara baterainya abis.. awet deh..




Yaa..mungkin saya bukan tipe orang yg ngerti2 amat teknologi, kurang ngerti lah masalah2 prosesor dkk... Tapi intinya nyaman banget lah pake Zenfone.


Semoga ke depannya Asus makin keren..tetap eksklusif di hati para Zenfans nya... 


#AsusShareStory
Props
IDN Dr.Zen(ID) | All posts
Pengalaman pakai ASUS ?

Kalo diceritain mah kayaknya ga bakal cukup satu thread dah, karena terlalu banyak kenangan yang indah banget sama ASUS.

Mix.jpg


Bermula dari Zenfone 4 seri pertama yg memperkenalkan saya dengan ASUS.  Karena Zenfone 4 ini saya diundang ke acara launching Zenfone 2 dalam acara ZenFestival.. Seumur hidup ini adalah acara launching smartphone pertama yang mengundang saya untuk hadir dengan kapasitas selaku user. Ketemu sama momod Zenlight, momod The Matrix dan kenalan secara langsung  dengan orang orang hebat yakni para member Zentalk. Mereka adalah orang orang yang bersedia berbagi ilmu tanpa diminta, tidak pernah ada istilah junior atau senior, karena di Zentalk semua member adalah sama, karena kita adalah keluarga. Meski Zentalk adalah forum resmi dari sebuah smartphone, acaranya ga melulu soal smartphone, tapi selalu ada acara lain yang dibuat untuk makin mempererat rasa kebersamaan dan silaturahmi sesama member Zentalk, jadi rasa kekeluargaan sesama member selalu terjaga. Karena ada juga acara bukber juga dimana hadiah nya banyakkkk bener dah. RUGI banget kalo ga ikut jadi bagian dari keluarga besarnya ASUS di Zentalk.

Karena ASUS juga saya bisa ajak Istri dan anak untuk lihat langsung gimana indah nya Nusa Dua Bali karena diundang untuk menghadiri launching zenfone terbaru ASUS saat itu ( Zenfone 3 ZE520KL ). Di undang bukan sebagai blogger, bukan juga dari media, tapi saya diundang sebagai Zenfans. Buat orang lain mungkin biasa aja cuma ke Bali, tapi buat saya undangan tersebut adalah penghargaan luar biasa dari ASUS buat fans nya.

Karena ASUS juga bisa kasih smartphone buat bokap yg saya dapet setelah menang lomba ASUS. bisa pinjemin hape ke sodara yang lagi butuh tp blm cukup dana untuk beli hape baru, bisa pinjemin Zenpad ke temen buat presentasi project nya, bisa kasih istri tercinta Zenfone 4 Selfie. Seperti nya terlalu banyak kalo mau disebutin dan mudah2an bisa terus membantu sesama karena kebaikan ASUS.

P_20180714_164942_vHDR_Auto.jpg


Terima kasih ASUS untuk semua kenangannya.
#AsusShareStory





Props
Advanced mode
You need to login first Login | Register Now

Points policy of this forum

wishes

Archiver|Mobile ver.|

Fast reply Top Return to list
Share link list
Share by pm